8 Mahasiswa Tapol Papua dipindahkan Ke LP Abepura Jayapura

banner 468x60
Foto tampak depan setelah dipindahkan ke LP dibawah tanggungjawab Kejaksaan Tinggi Papua, didampingi oleh direktur LBH Papua samping kiri urutan ketiga//dok-kris dogopia-JPN.
JAYAPURA-Jalapapuanews, Polisi Daerah (Polda) Papua, Memperpanjangkan Masa Tahanan bagi delapan Mahasiswa Pengibar Bintang Fajar di depan halaman gedung olahraga (GOR) Cenderawasih pada 01 Desember 2021, lalu     
                                                  
Pada hari Kamis, 31 Maret 2022, delapan Mahasiswa Tahanan Politik Papua telah dipindahkan dari Tahanan Polda Papua ke Lembaga Pemasyarakatan  (LP) Abepura, jayapura oleh pihaknya. Mereka sekarang menjadi Tahanan Politik di bawah tanggungjawab Kejaksaan Tinggi Papua.
Telah dirilis dengan dakwa untuk Delapan Mahasiswa Tahanan Politik Papua di LP kurang lebih 14 hari lamanya sambil tunggu proses persidangan. Identitas lebih jelas bagi delapan Mahasiswa tersebut adalah Malvin Yobe, Melvin Waine, Maksi Youw, Ernesto Matuan, Devio Bastian Tekege, Luis Kitok Uropmabin, Zode Hilapok dan Ambrosius Elopere. 
Berikut kronologis singkat atas penambahan masa penahanan : 
Perpanjangan masa Penahan pertama, Setelah menjalani masa tahanan selama 20 hari, terhitung 01 Desember 2021 sampai 21 Desember 2021, pihak POLDA Papua menambah masa tahanan pertama selama 40 hari mulai terhitung 22 Desember 2021 sampai 30 Januari 2022. Dengan demikian, delapan mahasiswa Papua telah menjalani 60 hari masa penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Papua. 
Perpanjangan masa Penahanan kedua Pada 30 Januari 2022, setelah menjalani 60 hari lamanya penahanan di Rutan Polda Papua, pihak Polda Papua kembali memperpanjang masa penahanan delapan orang Mahasiswa Papua selama 30 hari, terhitung 31 Januari 2022 sampai 02 Maret 2021. Sehingga delapan Mahasiswa Papua dipindahkan untuk menjalani masa penahanan selama 30 hari ke depan. 
Terhitung dari masa penahanan 20 hari, penambahan masa penahanan pertama, 40 hari dan penambahan kedua, delapan mahasiswa Papua menjalani 90 hari masa penahanan di Rutan Polda Papua sebelumnya. 
Perpanjangan Masa tahanan ketiga Pada 01 Maret 2022, pihak Polda Papua perpanjang masa tahanan, terhitung sejak tanggal 02 Maret 2022 sampai 30 Maret 2022. Perpanjangan masa tahanan ini adalah perpanjang tahanan yang ketiga kalinya sebelum dipindahkan.  
Total 119 Hari Penahanan di Rutan Polda Papua, terhitung sejak 90 hari masa penahanan yang telah dijalani, ditambah 29 hari perpanjangan masa penahanan dari tanggal 02 Desember 2021 sampai 30 Maret 2022, maka delapan mahasiswa Papua pengibar Bintang Fajar di (GOR) Cenderawasih Jayapura, telah menjalani penahanan di Rumah Tahanan Polda Papua selama 119 hari lamanya
Alasan Penambahan 
Alasan penambahan masa penahanan adalah karena berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) belum lengkap, terutama Barang Bukti dugaan makar (BB makar). 
Masa tahanan dan proses telah menjalani total dari tahanan Polda Papua di rutan Papua
Untuk informasi bahwa, penambahan masa tahanan delapan Mahasiswa Polda Papua sudah berakhir pada, Rabu, 30 Maret 2022. Saat ini delapan Mahasiswa adalah urusan Politik Kejaksaan Tinggi Papua yang sedang jalani masa tahanan di LP Abepura, jayapura dengan menunggu proses persidangan.
Pewarta : Feri Mote
Editor     : Redaksi/Y-K

Leave a Reply

Your email address will not be published.

-------------------------------------- ----