Amos Kayame: Demi Kemanusian dan Proteksi masa depan Papua, Mari Tolak Pemekaran DOB di papua

banner 468x60

Foto istimewa Amos kayame(Amos-jp) 


PANIAI, JALAPAPUA.COM–pentingnya melindungi masa depan alam dan manusia papua serta Pemekaran Adalah Pintu Pemusnahan Orang Papua. Dengan segenap hati orang papua diwajibkan menolak polarisasi dan Pemekaran daerah otonomi baru (DOB) Provinsi Papua tengah yang sudah diwacanakan dari tahun 2003, kemudian wacana pemekaran itu menuai pro-kontra dari berbagai komponen masyarakat dan hingga jatuhan korban jiwa masyarakat di timika Papua, sabtu, (12/03/2022) 



Penolakan terhadap pemekaran DOB di Papua datang dari berbagai kalangan masyarakat maupun para elit politik lokal Papua. Dalam desakan penolakan DOB itu berbagai pandangan: ” ada demi kepentingan politik kekuasaan gubernur, dana royalti Freeport, ada kepentingan suku, dan ada juga yang demi kepentingan  partai politik”. kata amos kayame saat dimintai keterangan liput. 



Lanjut’ Walaupun tendensi politik yang dimaksud diatas; masih kita bisa lihat  aspirasi yang keluar dari dasar hati mayoritas rakyat Papua bahwa: ” Pemekaran DOB itu ancaman dan  malapetaka bagi esksistensi kehidupan rakyat Papua.”jelasnya.



kayame, Aksi Penolakan Pemekaran DOB sudah lakukan oleh mayoritas rakyat di seluruh wilayah di Papua bahkan di istana presiden pun mahasiswa sudah lakukan demo Damai dan pada akhirnya mereka dibubarkan paksa kemudian di interogasi oleh polisi.(ujarnya) 


Kepada Yang Terhormat: ” rakyat ku Suku bangsa Mee di Paniai Papua, marilah! kita tolak pemekaran DOB yang labelnya agenda kejahatan negara Indonesia di Papua ini”.

Rakyat Ku! “Tanpa pemekaran pun kita bisa hidup dengan apa yang Tuhan limpahkan di Papua ini. Papua ini subur dan kaya akan sumber daya alam; semuanya itu kita akan atur ketika kita berdaulat”.harap kayame saat minta jumpa pers melalui akun pribadi di situs messenger. 



Amos, “Jangan pernah menaruh harapan kepada pemerintahan yang Borjuis dan kapitalis ini! Gantungkan harapan masa depan yang besar bagi anak cucu kita” Harapnya . 


Aksi yang sama juga akan dilakukan oleh rakyat Papua di Paniai-Meepago, maka mari kita rakyat suku bangsa mee Paniai Papua buktikan bahwa: ” kami adalah manusia sejati yang Tuhan ciptakan diatas tanah ini, untuk berkehidupan kebangsaan bebas dari segala bentuk penjajahan.” Jelasnya beliau. 


Aksi tanggal 14 Maret 2022 di Paniai, bukan karena benci Pemekaran setempat ataupun oknum bupati, tetapi demi proteksi kemanusiaan Papua yang besar kami menolak pemekaran. Karena, bagi kami pemekaran pintu Pemusnahan tanah dan manusia Papua. Pemekaran Adalah Pintu Pemusnahan Orang Papua. (imbuhnya). 


REDAKSI:HG 


Leave a Reply

Your email address will not be published.

-------------------------------------- ----