Aparatur Negara Malas Tahu HUKUM; HANS GBY, Ini 8 Alasan Kemungkinan.

banner 468x60
Ilustrasi (JP) 


JAYAPURA,JALAPAPUA.COM–Beranjak dari sejak 17 agustus 1945: Jakarta sudah malas tahu dengan HUKUM:ada apa dibalik itu? Ini 8  alasan kemungkinan. 

Jakarta telah lama mengalami kegagalan  dalam penerapan Hukum guna  menghormati pengorbanan para pejuang yang telah jatuh demi revolusi cinta tanah air dan bangun demi pengabdian bersama Hukum perbuatan pemerintah negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Negara yang maju adalah negara yang menghargai HUKUM sebagai dasar negara(konstitusi), apa pun keadaan negara yang baik, dalam hal menerapkan Hukum  tertanda negara itu  menghargai jasa pahlawan bagi tokoh-tokoh pejuang yang telah menciptakan keajaiban bagi negara itu sendiri. 

Terlihat Indonesia telah menghianati para pejuang  yang telah korbankan  (menaruh) jiwa dan raga demi mencari dengan prinsip yang  solid yakni “nasib itu harus jatuh di tangan nya sendiri dari pemerintahan jajahan(belanda) apa pun keadaan demi bangsanya sendiri”. 

Bung Tomo(sang pejuang nasionalisme) saja di penjarakan 11 april (1978) tahanan politik di nirnaba tanpa proses peradilan oleh Presiden Soeharto saat Rezim Orde Baru, beliau adalah sang orator hulung, pendiri radio pembentok untuk seruan perang demi kepentingan politik saat perang Dunia ke II beliau juga pernah merampas senjata milik Sekutu Jepang. Bung Tomo atau sotomo juga merupakan sang pemberontak di gerakan sepuluh (10)November 1945  di surabaya. 

Mulai dari sejak Indonesia merdeka (17 Agustus 1945) di batavia sekarang jakarta  di kenal dengan Rezim Seokarno, dan soeharto pada familiar di sebut Orde Lama  dan Orde baru hingga pada pemerintahan transisi menuju pemerintahan Reformasi sampai kini Rezim jokowi Dodo tak satu presiden dan Rezimnya indahkan Hukum dengan bentuk tindakan sekecil apapun. 

Ternyata mengalami depresi  dan regresif bagi Hukum di negara Indonesia di sebabkan oleh ulah gagalnya merealisasikan Hukum (UU)atau menghargai jasa pahlawan bagi  para pejuang. 
ada apa di balik itu? . 

Barangkali di catatan artikel singkat ini mampu memberikan alasan atas pertanyaan ada apa dibalik tak indahkan Hukum di negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

1. Mungkin saja buta memahami HUKUM(UU) mulai dari istilah Hukum, Huruf Hukum itu ada berapa,pengertian Hukum, Ciri-ciri Hukum, manfaat Hukum, fungsi Hukum, perspektif Hukum, lingkungan Hukum, praktikum Hukum dan lain-lain;

2. Mungkin saja para pembuat HUKUM pertama  atau pelopor Hukum yang di kenal dengan Undang-undang Dasar negara sebagai konstitusi negara di imitasi atau meniru atau copy paste atau meyalin dari Hukum negara lain seperti Belanda, Jepang dan lain-lain;

3.mungkin saja lembaga-lembaga yang berwenang membuat,menetapkan, menghadili, dan menerapkan HUKUM seperti badan konstitusi, badan legislatif, lembaga Mahkamah Konstitusi, mahkamah Agung, peradilan negara, jaksa agung, jaksa kepolisian dan lembaga lainnya yang seragam;

4.mungkin saja 17 Agustus 1945 adalah momentum bersejarah bagi negara Kesatuan Republik Indonesia yang jakarta berfikir dan bermimpi; 

5.mungkin saja catatan sumpah janji di rapat perdana setalah Indonesia merdeka karenanya tak satu lembaran,pasal,ayat,alinea,dan nomor Hukum atau UU tentang sumpah dan janji untuk bagaimana malas tahu dengan HUKUM atau Hukum milik rupiah;

6.mungkin saja catatan peradaban bagi suku dan ras Jawa (Jakarta); 

7.mungkin juga HUKUM(UU) hilang hanya di wilayah papua dikarenakan adanya diskriminatif (bersifat perbedaan) ras dan etnis; dan

8.mungkin saja adanya masalah revolusi(perjuangan kemerdekaan) bagi bangsa papua Barat. 


HAGO-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published.

-------------------------------------- ----