Kabupaten Intan Jaya Mati Kerena Kelakuan Pemerintah Daerah.

banner 468x60
(Foto istimewa Memo Hagisimijau)-jp

Oleh: Memo Hagisimijau


JALAPAPUA-OPINI,Mahasiswa Intan  Jaya se-Indonesia demo sana-sini demi untuk mendapatkan bantuan pendidikan, namun pemerintah Intan Jaya apatis tidak peduli dengan sumber daya manusia (SDM)  Intan Jaya. 
Tapi bahaya-nya kabupaten Intan Jaya sedang menuju kehancuran:

1 Roda pemerintahan tidak berjalan sejak pemekaran wilayah sampai saat ini mati total;

2. Pertumbuhan ekonomi kabupaten tidak berjalan sampai mati;

3. Anggaran APBD yang setiap tahun turun di kabupaten tidak ditransparan;

4. Kantor pemerintah Intan Jaya sebagian besar di pindahkan ke kabupaten Nabire;

5. Masyarakat penggusi konflik bersenjata antara TPNPB-OPM TNI-POLRI sebagian besar masih belum kembalikan ke kampung halaman sampai berantakan di Nabire, Timika dan kabupaten lainnya.


Pertanyaan?
1. Pemerintah kabupaten Intan Jaya  hadir untuk apa dan untuk siapa?  

2.Ataukah nama kabupaten itu saja di sebutkan kabupaten kah? 

3.Kenapa semua sisi tidak bisa membangun serta berjalan sampai mati. 
4. Anggaran APBD yang turun setiap tahun dikemanakan kah?


Di Ingatkan Pemda Provinsi papua.!
Saya melihat berbagai persoalan ini macet maka:
1 Pemerintah provinsi papua harus ada teguran kepada PEMDA INTAN JAYA;

2. Kabupaten Intan Jaya kembalikan ke kabupaten Induk Paniai.

Sebab pemerintah Intan Jaya tidak mampu membangun kabupaten di berbagai sisi sesuai dengan visi dan misi pemerintahan Intan Jaya. Tapi visi misi itu hanyalah sebuah kebohongan publik untuk menyakinkan rakyat supaya mendapatkan jabatan. Lalu setelah mendapatkan jabatan tidak pernah menetap di kabupaten, tetapi pindah ke kota-kota dengan alasan perjalanan dinas padahal dengan tujuannya “BIR BAR BOR  DAN BON” (4B+1B) sampai kabupaten rumput naik.


Pesan Buat Mahasiswa Intan Jaya se-Indonesia;
1. Mahasiswa Intan Jaya harus berpikir kritisi, untuk memproteksi dan mengritisi kebusukan dan kebijakan pemerintah Intan Jaya yang tidak adil dan demokratis di berbagai sisi sampai kabupaten mati;

2. Mahasiswa jangan duduk diam dan menonton kebusukan serta kemunafikan ini, tetapi kaum muda sebagai para pelopor atau intelektual wajib di bongkar, sebab mahasiswa adalah tolak ukur atau agen perubahan, masa depan manusia, alam dan akal rumput.



Penulis adalah Mahasiswa Papua ,Aktivis Mahasiswa Uncen yang sedang mengenyam pendidikan nya di Universitas cendrawasih. 

Numbay, 5 Oktober 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published.

-------------------------------------- ----