Mengenang kembali Tragedi Paniai Berdarah Pada 8 Desember 2014 Silam.

banner 468x60
foto bersama saat nyalakan seribu lilin depan asrama putra Paniai,Jayapura (doc/Witokai P).
JAYAPURA,JALAPAPUA.COM-BERITA, Puluhan mahasiswa dan masyarakat meepago di Jayapura berdoa bersama dan menyalakan seribu lilin dalam rangka memperingati tragedi korban siswa 4 orang di Paniai Papua pada 8 Desember 2014 lalu. 
Acara pemasangan Seribu  lilin  ini terus di padati oleh para mahasiswa meepago dan masyarakat. Sementara ada warga yang terlambat dalam hal tak sempat ikut sertakan mereka juga tetap memanjatkan doa masing-masing, Jayapura,(08/12-2021)
Kegiatan pemasangan lilin  tersebut telah  menggelar di depan “ASRAMA PUTRA PANIAI DI JAYAPURA” jalan batik perumnas III Waena, sekitar pukul 06:00_08:00 malam waktu papua barat (wpb). Kemudian menyanyikan lagu bersama, membacakan puisi, Stetamen Sambil menonton video dan foto yang terjadi di Paniai saat itu.
Pemutaran video tersebut telah menggunakan tool hardware infocus selama pembacaan puisi dan Statemen berlangsung.
Peristiwa pembunuhan  di Paniai tersebut terjadi pada  8 Desember 2014 sekitar pukul 11 siang waktu papua barat (wpb) insiden itu telah mengakibatkan  korban jiwa hingga tewas  4 orang siswa tingkat sekolah mengengah atas (SMA). Nama Masing-masing adalah:
1.Yulianus yeimo umur 17 tahun;
2.apinus gobai umur 16 tahun;
3. Simon gobai umur 17; dan 
4.alpius you umur 18 tahun
Kini hari ini pada hari Rabu 8 Desember 2021 mahasiswa dan masyarakat meepago di Jayapura memperingati tragedi korban 4 siswa dengan pemasangan seribu lilin sebagai notifikasi publik bahwasanya tragedi telah terjadi nyata yang belum tangani dituntaskan oleh negara republik Indonesia secara hukum.
Sebagai masyarakat dan mahasiswa meepago semestinya dituntut berbelasungkawa, turut mendoakan korban-korban aksi teror dan setiap tanggal 8 Desember kita tetap doakan keluarga yang tabah bahkan kita menyalakan lilin-lilin ini untuk menerangi kegelapan dan jalan menuju surga.
“Elias gobai” selalu pembaca statemen menyampaikan, jaksa penuntut umum (JPU) harus tanggung jawab atas surat yang di keluarkan untuk membentuk tim investigasi demi menyelidiki peristiwa pembunuhan brutal oleh TNI PORLI terhadap 4 siswa di Paniai.
Lanjut gobai, komnas HAM mengeluarkan surat permintaan kepada jaksa penuntut umum untuk menyelidik peristiwa insiden di Paniai namun sayangnya, surat tersebut tak indahkan dan tolak berturut terjadi sekitar 3 kali, (terang Elis Gobai saat menyampaikan pernyataan sikap didepan Asrama Paniai ketika pemasangan seribu lilin berlangsung).
Berikut ini adalah pernyataan sikap kami mahasiswa Paniai di Jayapura terhadap insiden kemanusiaan;
1).Kami minta dengan tegas bahwa pemerintah dan aparat TNI tidak boleh kelocongan lagi, tidak boleh mengadakan aksi teror diatas negeri kami, tidak boleh injak kami seperti binatang peliharahan;
2).Dalam situasi ini kami mahasiswa Paniai di Jayapura menyerukan tim investigasi segera amankan masalah pembunuhan secara brutal terhadap 4 siswa yang terjadi di Paniai secara jurisprudensial(HUKUM) dan
3).sesuai dengan tuntutan nomor satu dan dua diatas maka presiden republik Indonesia segera beri ruang kepada tim investigasi untuk menyelidiki peristiwa pembunuhan di Paniai pada 8 Desember 2014.
REPORTER : WITOKAI PIGAI
EDITOR      : WITOKAI

Leave a Reply

Your email address will not be published.

-------------------------------------- ----