Merinding Kumpulan Puisi Karya HPG Paling Rekomendasikan. 

Puisi

NESTAPA.

KARYA: HPG

Rasa Tak Berdaya.
Podium Kata Terbit Luka Larah.
Rindu Terbangun  Nestapa.

Membuta Terasa.
Punah di atas menghamba.
Kata mendulang maut.

Rasa mengalirkan  kata.
Pergi terbuang Rasa.
Datang Tertangkap raut.

Dalam ratapan Terbit Relung.
Dalam rasa terungkit kenangan.
Dalam Ingatan Terbangun Rasa.

Labu Diatas duri.
Terasa ganda.
Kesal Tak Berdaya.

Mumpung Rasa Kesunyian.
Berujung gulana.
Pergi Tak kunjung lagi.

Oh juwita.

 

 

 

 

BADAI AKSARA

Karya: HPG

Aksara Bintang,Terbit Pilar Harapan.
Hujan di Bulan November, Mengeja kata.

ingat kah kau, di Saat Badai Di tengah mentari.
Namamu Terlintas Dalam Detapan nadi.

Lamedu Bintang T’rus Menghiasi bulan.
Aksara Badai Berbintik salju, akan Pergi begitu saja.

Pesona senja, a’kan Melabu sejenak.
Menawan  Bersama  jejak Sanjak nya.

Oh,. Aksara bintang, Mengulat  mentari nan membiru awan.
Biarkan Nama mu melayang dalam hidup ku.

Mentari datang Pancing Kata.
Senja Pergi bersama kecanduan rindu.

Goresan Rasa, terbangun  Luka.
Luka Bermuarah samudera Air mata yg abadi.

Sejuta Kataku, Kau temui dalam hayatku.
Siapakah sesungguh’nya serupa Rasa mu.!?

Datang dalam Tirai di dinding mayah.
Hayat mu, Terurut Nama ku, di Rentetan Hayat mu.

Di usai Rasa, Menemui Sang Takdir.
Kesalpun Tiada  gunanya.

 

 

 

 

Port Numbay Nan  PAPUA TENGAH.

Karya : HPG

 

Port Numbay Membisu Luka.

Memcoba, Melayankan Goresan  Tinta di dinding Mayah.

Andaikan waktu a’kan mengulang!!!

Malam merduh yg mengiringi segerimis hujan di Papua tengah.

Keihklasan mu mampu membangunkan sejuta Rindu Nan Rasa.

Luka Pertama di Pante Menase.

Di saat kau, di deretan hayatku, Dunia binasa pun Terasa Biasa.

Ku mencoba menghayati goresan kenangan.

Kau suu, bohongi Ku dengan Sejuta Kata manis mu.

Senyuman manis mu mengisyaratkan kecanduan Rindu.

Port Numbay wahana penantian ku.

Kau datang dalam halusinasi semata.

Mengukir kenangan dalam satu rasa.

Menghilang jejak, diatas rasa yang ganda.

Hanyalah Sepucuk surat yg kau tinggalkan di dinding Rumah.

Akan mengenang kembali, Sebanyak cerita Baik mu.

Berdebar hati  di saat Menyendiri.

Yang Terlintas di benak hanyalah se Untas nostalgia.

Berderai kata nan rasa di saat song-song fajar bersemi.

Detapan nadi menjadi MeRong-rong  abadi.

Karena bedah pendapat, Sejuta impian mu tak serupa impian ku.

 

 

IBUNDA

Karya:HPG

 

Sejuta nyanyian kau alunkan untuk ku terlelap.

Banyak nya tanggisan ku telah kau hapuskan diiringi nyayian kesayangan mu.

Tak akan ada cahaya bulan

Jika tak ada bintang

Tak akan ada nada manusia

Jika tak ada pengorbanan sosok ibu.

Menahan sakit tiada tara
Doa Teriakannya mengguncang nusantara hingga bumi.

Kau genggam tangan kecilku

Menuntunku dalam cahayamu

Kau menyebut namaku

Dalam setiap doa-doamu

 

 

 

JELITA

Karya : HPG

 

Setangkai Bunga mawar Nun Jauh melayangKan didinding Mayah

Engkau meliputi Harapan nun biru
dalam bayang-bayang Rasa nan Larah.

Jelita sang  bunga mawar di lingkup mu terpendam Makota nan mutiara Hitam manis yang berdaya

Kau mengidam Arti Sukmanya
tanpa kata Membidik Nadi ini hingga labuh

Tiap Song-song Fajar  bersemi nadi ini terasah Punah Tanpa awah mu Tergeletak dalam benakku.

Untuk mu Pahlawan Nan mutiara Jelita, Biarkan langit ini terbelah dua hingga dunia ini binasa.

Di kau Jelita Biarkan dirimu Bernafas di dada ku, akan ku sembuh luka ini.

Akar Sukmanya melintasi cakrawala
Engkau Jelita  Pesuru  sang Jiwa

Gemuruh Bagai RAJAWALI
Yang Kiang terasah gelora
Menderu nyanyian sunyi
Betapa indahnya deruh
legahnya jiwa ini oh Jelita.

 

 

 

CINTA MENDULANG MAUT

KARYA : HPG

 

Cinta  Bersyarat, Kata Ber-ayat,Agama dosa Abadi.

Atas nama komeng,Hidup seolah komikal.
Membangun silaturahmi  Kasih dalam ruang yang terhormat.

Pelaku menata cinta mendobrak Knetik ke ruang Klimis menjadi nasib abadi.
Nasib di tintai oleh Knetik ber-retorika yang melampaui Akal.

Dewan juri yang terhormat, mohon hargai aku bicara sejenak jika ku berenti berbicara, aku akan diam untuk selamanya.

Cinta Bersyarat Mendulang maut, nasib seolah  takdir. Seakan kekasih yang tak di undang.

Kasidah meracuni  Karsa jiwanya, pikir mu kesalpun tiada guna.

Hargailah kedatangan ku, walau pena hitam tak kunjung berburung terbang  di detapan dadamu.

Kemesraan di tengah jalan  jiwa pun  Meratapi jerambah cinta kedua belah pihak dalam satu hati.

Kardoak Jiwa ini disisimu sekali pun kau bukan semarga ku.
Tubuh mu milik ku sekalianpun dua orang.
Indah dan elok karimmu yang mampu mengubah dunia itu!

Namamu sudah kasang sekalipun Namamu sejati, Keloyor yang berujung, pergi dalam kekesalan, whai pemilik Hatiku.

Jiwa terbang mengapai kolemia bukan maksud ku.
Andaikan aku  pemilik Jiwa, pertanyaan bukan tugas ku.

Pasca labuh yang berlayar menjadi kiramatku di setiap detapan jantung ku berbunyi.
Dedikasi ku telah kau kemamkan dalam ruangan mu.

Tiada cerita di muka bumi ini, jika ku intervensi jabatan mu.
Jejak hayat ku yang lampau, Ku telah mengenal Keluangsa mu semampu ku mungkin.

Kelir yang bertinta hijau adalah tanda kelolong  cinta ku.
Atas nama cinta tak pasti, Mendulang harapan di mozaik Yang berduri.

Untuk mu dikau cinta yang tak pasti takdir.
Seribu satu kekuatan ku telah ku ukir.
Tak perduli semua ini untuk mu whai orang yang ku sayangngi.

Begitu pun seribu satu hati yang datang sili berganti pasca labuh mu kasih ku.
Karib ini alasan ku menyatakan Kasih ku pdmu ketika suaraku  tak berlaku di hadapan negara.

Negara yang berdoyang adalah negara yang rapuh integritasnya.
Keluangsa yang  ber-retorika tinggi adalah keluangsa tanpa moral Ibrahimia.

Seluruh hidup mu ada dalam takdirku bukan salah siapa? wahai mutiara hitam ku!
Kabinet-kabinet kenegeran telah disusun oleh aparatur negara, ya sudah! itu nasibnya asalkan jangan nasib seolah takdir.

Ku rangkai hidup ku dalam kia-kia karena kau pemilik hati ku.
Keindahan mu yang malu ku pandang itu, khalisku adalah namamu hingga kiamatku.

Hubungan kita adalah sebuah kewes yang tak dapat di puitisi.
Hubungan yang tak goyah adalah sebuah khalis yang tak dapat di komikal.

Ini aku, ikuti jejakku tak berdosa, juang  jika ingin raih.
Orang lain tak mau melihat kebahagiaan orang lain.

 

 

S’mogo bermanfaat.
Slom pengayat

Writer: HPG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *