MPM-UNCEN: Di Tolak Oleh POLDA Papua Untuk Menjadi Jaminan Kesehatan Kedua TAPOL Zhode Hilapok dan Malvin Yobee

banner 468x60
Foto ketua dan Wakil ketua MPM-UNCEN dan pengacara lembaga Bantuan hukum LBH (FERI MOTE-JP) 

JAYAPURA,Jalapapua.com-Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Cenderawasih (MPM-UNCEN) Papua meminta kepada pihak Rumah Tahanan Polisi Daerah Papua (RUTAN POLDA PAPUA) agar dapat memperhatikan hak kesehatan 2 (dua) orang Tapol yang ada di bawah protektorat POLDA papua yang sedang melanda kesakitan, Jayapura, Rabu (02/02/2022). 
Hal tersebut telah mengaspirasikan saat majelis permusyawaratan mahasiswa universitas cendrawasih MPM UNCEN papua dan 2 (dua) orang lembaga Bantuan hukum  (LBH) papua  datangi ke kantor polisi daerah POLDA Papua di kota Jayapura untuk menjadi jaminan kesehatan 2 (dua) orang  tahanan politik (TAPOL)  Sdr. Zhode Hilapok dan Sdr. Malvin Yobe. 
Dalam hal  MPM UNCEN dan LBH Papua berkunjung ke POLDA Papua untuk menjadi jaminan kesehatan  dan mengecek keadaan  kesehatan 2(dua)  tahanan politik TAPOL yang sedang melanda penderitaan agar perawatan dengan sebaik-baiknya namun sayangnya kedatangan mereka di tolak Dengan ganjalkan alasan, “Sdr. Zhode Hilapok dan Sdr. Malvin Yobe. Tdk sakit”.
“Karena perihatin dengan kesehatan kedua Dari delapan Tahan Politik kami MPM UNCEN siap Jadi jaminan tapol. Ujar Abniel Doo Selaku Ketua MPM UNCEN saat mendatangi ke Kantor POLDA Papua” rabu,(02/02/2022) 
Penyerahan jaminan tapol pun berlangsung pada Hari Rabu, Tanggal, 02(dua) Februari 2022. Pada Pukul, 11.00 WIT.bertempat di POLDA Papua Apo Jayapura.
Yang ikut serta dalam penyerahan jaminan kesehatan ialah, 2 (dua)   Pengacara lembaga Bantuan hukum (LBH) Papua, 2 (dua) Aktivis Mahasiwa Uncen, Ketua 2 (dua) MPM Uncen serta Abniel Doo, Selaku Ketua MPM Uncen.
“Zode Hilapok dan dan Malvin Yobe. Saat ini dalam keadaan baik-baik saja. Dan tidak mengalami cerderah atau pun sakit”. Ujar Selaku Pimpinan RESKRIM POLDA Papua saat mereka berkunjung ke kantor Polda Papua. 
Hal tersebut di lakukan dikarenakan, dua dari delapan Tahanan Politik yaitu, Sdr. Zhode Hilapok dan Sdr. Malvin Yobe. Yang dalam kondisi sakit dan membutuhkan perawatan serius dari Rumah Sakit.”jelasnya.
Namun sayangnya, ditolak oleh Pihak Kepolisian Daerah Papua (POLDA). Dengan alasan, “Zode Hilapok, dan salah satu dari Tahanan Rumah Penjara belum ada biodata diri yang detail dan jelas”.imbuhnya.
Reporter : Feri Mote

Leave a Reply

Your email address will not be published.

-------------------------------------- ----