Natalis Pigai: Bangsa Saya Hidup Dalam Tekanan, 2022 Harus Akhiri Penderitaan.Apa Pengaruhnya? Investasi PT Freeport Ke Indonesia Sudah Berakhir 2018

banner 468x60

Foto postingan bung Natalis pigai di akun twitter dengan gambar warga pengungsi dari hutan tiada hadapan(Hans gobai-jp) 

JAYAPURA,JALAPAPUA.COM-Natalius Pigai, S.I.P. “(lahir 25 Desember 1975) adalah seorang aktivis papua Indonesia.Ia merupakan mantan KOMNAS dari 11 anggota komisi nasional hak Asasi manusia  (Komnas HAM) Republik Indonesia  periode 2012-2017”.


“Ia bekerja sebagai Staf Khusus Menteri di kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia   pada masa kepemimpinan Al Hilal Hamdi  dan Jacob Numwa we  tahun 1999-2004”.jelasnya.

Lanjut”Ia juga Aparatur Sipil Negara  yang mengabdi selama 15 tahun di Kementerian yang sama dengan menempati berbagai jabatan fungsional dan struktural. Tim Asistensi Dirjen Kesbangpol Prof Dr. Sudarsono Hardjosukerto tahun 2006-2008. Bersama Kementerian Dalam Negeri sebagai Moderator Dialog Interaktif di TVRI  selama 2006-2008. Tahun 2008-2009 Penasehat BRR Aceh-Nias di Deputi Pengawasan dan Menulis Ensiklopedia Tsunami Aceh-Nias. Ia dikenal sebagai Aktivis Mahasiswa era tahun 1995-1999 pada masa perjuangan Reformasi”.sebagaimana terlangsir di Id.M. Wikipedia.org mengenai riwayat beliau.

Natalis Pigai, “catatan saya empat kali Jokowi Perintah Operasi militer dan Deploiment ilegal. Bangsa saya dibunuh, disiksa, dipenjara, hidup dibawah tekanan,Natal di Goa-goa dan tebing terjal di pesisir Laut, kekayaan di rampok, harga diri di Injak-injak. Epik panjang derita rakyat papua harus diakhiri Tahun 2022”.ujar Natalis pigai di akun twitter pribadinya pada rabu (29/12/2021).

Wartawan jalapapua menangapi bahasanya Aparatur negara sudah bosan dengan terapan tindakan militerisme yang tak sesuai menurut standar humaniter militer, hal itu  sangat melanggar Hak asasi manusia HAM dan kolose bagi Dunia yang menjadi catatan politik serius pada dewasa ini di kanca nasional bahkan internasional UN PBB.

Indonesia lebih baik mengakui atau transfer administrasi bagi rakyat west Papua  yang sudah Merdeka pada tahun 1 Desember 1961 berasaskan Landasan sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Papua Barat adalah yang dikenal oleh seantero rakyat Papua pada 1 Desember 1961. Yaitu dimana hari perayaan nasional bangsa Papua ditetapkan oleh Neuw Guinea Raad adalah sebuah lembaga parlemen yang dibentuk dibawah protektorat Nederland waktu itu.

Dan berdasarkan konstitusi 1 Juli 1971 yang merupakan terjadinya 4 (Empat) peristiwa penting  dalam catatan sejarah diantaranya adalah, Proklamasi Kemerdekaan, Pengumuman Susunan Kabinet Pemerintahan, Tetapkan dan Umumkan Konstitusi Sementara Republik Papua Barat dan Betuk penolakan Pesta demokrasi Indonesia pemilihan umum pertama kali diikutseratakan rakyat Papua.Kemudian 1 juli juga merupakan hari perayaan nasional bangsa Papua.

Sementara Indonesia tak mengakui dan indahkan adanya kebebasan Hak Politik bagi rakyat bangsa papua hal itu di sebabkan oleh satu dan lain hal, pasalnya Indonesia takut lepas papua karena lepas PT  freeport (pelabuhan bebas) Indonesia.

Karena PT freeport Indonesia adalah jantung dunia merupakan kebanggaan bagi negara Republik Indonesia Adapun, divestasi Freeport Indonesia kepada Saham Pemerintah Indonesia mencapai 51,236 persen.

Sebenarnya divestasi Freeport Indonesia dengan Pemerintah Indonesia telah selesai pada Desember 2018 merupakan informasi resmi yang telah upload di website. Bisnis.com


Tiada pengaruh apa-apa jika Indonesia transfer hak administrasi pemerintah papua, hal itu bukan sesuatu yang baru yang terjadi di negara Indonesia.


Mereka (orang papua)  hanya melakukan tugas dan tangung jawab sebagai aparatur negara Republik west Papua di negara papua buka hal yang aneh dan baru.


Orang papua  telah terdidik dengan berbagai macam hal dari berbagai bidang-bidang ilmu pengetahuan, linguistik dan psikologis yang nantinya mampu menunjang dalam pembangunan Negera Republik west Papua.bukan hal baru yang akan menghadapi.lepas saja!

Hans P gobai.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

-------------------------------------- ----