Panglima KSAD Sorong-Samarai Minta, Kapolda Papua Memulangkan Peni Pekei Tanpa Syarat

Peni pekei tidak Dosa hati-hati klo menangkap

JALAPAPUA.COM. PANIAI  Otto Jimmi Magai Yogi selaku kepala staf Angkatan Darat (KASAD) Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) meminta kepada Kapolda Papua untuk melepaskan dan memulangkan Peni Pekei ke Paniai tanpa syarat.

 

 

Otto Jimmi Magai Yogi mengatakan, Peni Pekei atau Peni Petrus Pekei yang ditangkap Polres Digiyai bersama Satgas Damai Cartenz di tanjakan Ekaugi, Madi, Paniai pada Jum’at (15/05/2024) tidak pernah terlibat dalam tindakan kekerasan yang mengancam keamanan Negara Republik Indonesia.

 

Dalam kesempatan yang sama, Otto yang mengaku bermarkas di Dokage Paniai juga menyanggah atas tuduhan tindakan perampasan senjata api milik Nikolas Warobai yang dilakukan oleh Peni Pakei di kampung Wotai, Distrik Yatamo.hal itu tidak benar

Jimmi Magai menambahkan, tuduhan yang di buktikan kepada Peni Pekei telah di tanggulangi oleh dirinya bersama Damianus Magai Yogi dan Aloysius Kayame di Polda Papua dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nabire sejak tahun 2016 hingga Agustus 2017 pada silam.

 

 

“Tuduhan kepada saudara Peni Pekei melakukan perampasan Pistol milik Nikolas Warobai itu tidak benar, sebab sejak saat itu juga Pistol tersebut telah kami kembalikan kepada Polda Papua melalui Polres Paniai”,ujar Otto Jimmi seperti melansir medialiterasi.id pada Senin 20 Mei 2024.

 

Ia menjelaskan, ketika itu terbilang umur masih kanak-kanak karena pimpinannya adalah almarhum Leo Magai Yogi yang ditembak oleh aparat militer gabungan di Nabire tahun 2014 silam. Tegasnya

 

 

Ia menegaskan, dosa Leo Magai Yogi telah ditebus olehnya pasca ditangkap di Jayapura sehingga menjalani hukum pidana.

 

“Pelaku utama adalah Alm. Leo Magai Yogi dan atas kasus itu termasuk kami Otto Jimi Magai Yogi, Damianus Magai Yogi dan Aloysius Kayame menjadi korban penangkapan oleh Polda Papua di Jayapura. Maka kami telah menjalani hukuman pidana di Polda Papua dan Pengadilan Negeri Nabire, dan pistol tersebut telah kami kembalikan kepada Polda Papua melalui Polres Paniai. Bebernya

 

 

Yogi. seketika itu tahun 2014 lalu. Pelaku adalah Leo Magai Yogi yang ditembak oleh Polisi di Nabire tahun 2014 lalu, hingga sekarang mayatnya belum diketahui,” ungkapnya. Sehingga Ia menyatakan semua tuduhan Polisi terhadap Peni Petrus Pekei adalah hal yang masuk akal yang membuat situasi menjadi kacau yang selama ini cukup aman.

 

“Semua tuduhan Polisi kepada peni Pekei itu tidak benar, karena kasus tersebut kami sudah jalani hukum pidana di Lapas Nabire dari tahun 2016 sampai Agustus 2017,” UjarNya

 

 

Ia juga menepis, isu adanya tuduhan kepada Peni Pekei atas penembakan Danramil Aradide karena dirinya tidak masuk dalam pelaku pembunuhan.

 

”Atas tuduhan pembunuhan Danramil Aradide, Peni Petrus Pekei tidak termasuk dalam pelaku maka itu kami meminta kepada Kapolda Papua untuk pulangkan Peni Petrus Pekei ke Paniai tanpa syarat,” tegasnya.

 

 

“Karena mulai tahun 2015 sampai 2024 kami di wilayah Meepago khususnya di Paniai, Deiyai, Dogiyai dan Nabire masih aman. Maka itu, Peni Petrus Pekei harus dibebaskan tanpa syarat,” ujarnya.

 

 

Ia juga mengatakan, Polisi jangan pernah mengaitkan dengan kasus saling kontak tambak di distrik Bibida pada 1 Mei 2024 lalu, karena Peni Petrus Pekei sama sekali tidak terlibat.

 

 

“Kejadian kontak tembak antara TPNPB OPM dan TNI di distrik Bibida pada 1 Mei 2024 juga Peni Petrus Pekei tidak terlibat dalam pasukan TPNPB OPM Paniai,” kata Yogi.

 

 

kontaknya , Pihaknya melakukan penembakan karena anggota TNI masuk hingga pelosok membuat masyarakat sekitar jadi takut, TNI juga masuk dengan peralatan perang yang lengkap. Masyarakat setempat banyak yang mengungsi karena melihat takut anggota TNI masuk ke kampung-kampung seolah-olah sedang terjadi perang.

 

“Waktu itu TNI masuk dengan tujuan yang tidak jelas, hampir tiga kali dilakukan maka terjadi kontak senjata dengan kami,” ucapnya.

 

 

Pihaknya juga bertanya-tanya pasalnya sejak tahun 2015 hingga saat penangkapan Peni Petrus Pekei sama sekali tidak pernah melihat surat atau informasi Peni Petrus Pekei masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Papua, namun usai ditangkap Satgas Damai Cartenz mempublikasikan surat tersebut semua namun tuduhan direkayasa oleh pihak polisi

 

 

“Kami sampaikan kepada pihak yang menangkap Peni Petrus Pekei yaitu Polres Dogiyai dan Satgas Damai Cartenz harus jelas ditangkap atas kasus apa, di DPO pada tanggal, bulan dan tahun berapa. Kalau secara duga-dugaan jangan memancing atau memanaskan situasi Paniai yang sedang aman selama ini. Karena Paniai jauh lebih aman, dan kami meminta Peni Petrus Pekei harus dikeluarkan karena dia tidak terlibat dalam kasus kekerasan apapun,” Tutup Nya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *