Berita  

PENANGKAPAN 11 MAHASISWA DI JAYAWIJAYA, HMPJ MENUNTUT KEPADA PEMDA & POLRES JAYAWIJAYA

banner 468x60
Keterangan suasana foto bersama dalam asrama Jayawijaya kamkei tanah hitam Abepura Jayapura Papua.doc/Yonas M.

Jayapura  JALAPAPUA.NEWSPenangkapan ini terjadi ketika saat aksi protes yang sementara dilakukan oleh 3 Mahasiswa dan 8 orang aksi merobek dan penurunan baliho papan nama Kantor Gubernur Papua Pegunungan yang pernah dipasang di Kantor  Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Pada hari Rabu, 07/09/2022 pada pukul 09:00 pagi WP.

Kronologis Aksi Spontanitas Dilakukan Oleh Mahasiswa

Kunjungan Mentri dalam negeri dan Pejabat Asosiasi Bupati-Bupati  Wilayah pegunungan. di jadwalkan untuk surfei penempatan kantor Gubernur sebentara, Yang sudah diwacanakan untuk  menempatkan di Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya

Maka kami  Mahasiswa dan Masyarakat Lapago tidak setuju dengan wacana, Dinas Pendidikan akan Jadikan Kantor Gubernur sebentara

   

Karena sebelum tindakan aksi tersebut terjadi awalnya Mahasiswa telah melakukan audiensi bersama DPRD Kabupaten Jayawijaya di beberapa bulan yang lalu

Memang pertemuan itu dilakukan atas permintaan Mahasiswa melalui Surat Tertulis Perihal Permohonan Audiens antara DPRD, BUPATI, KADISPEND, DAN MAHASISWA JAYAWIJAYA. sehingga DPRD Mengeluarkan undangan untuk pertemuan dengan agenda menjaring pikiran tentang Penempatan Kantor Gubernur Di Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya ini.

Namun dalam momen itu, Bupati Jayawijaya dan Kepala Dinas Pendidikan tidak sempat hadir, yang hadir DPRD Jayawijaya komisi C dan Mahasiswa, sehingga Mahasiswa meminta utk pertemuan itu ditunda dan diminta Kepada DPRD untuk  mengeluarkan undangan ke dua kalinya. Katanya

Setelah itu, Mahasiswa Jayawijaya sudah beberapa kali monitor terkait undangan pertemuan selanjutnya, namun DPRD komisi C selalu katakan bahwa Bpk. Bupati masih diluar dengan berulang  kali maka, Aksi spontanitas itu terjadi.

Maksud Dan Tujuan Audiensi Serta Aksi Tersebut Ialah :

1. Rencana Penempatan Kantor Gubernur ini di Mall Wamena, bukan di Dinas Pendidikan. Karena Mall adalah aset Pemda, Dinas Pendidikan adalah milik masyarakat kantor pembangunan SDM.

2. Ketika Dinas Pendidikan digunakan sebagai Kantor Gubernur, dalam waktu yang lama. Bagaimana dampak yang akan terjadi di semua sekolah di Jayawijaya, apalagi hampir rata-rata anak-anak dari wilayah lapago sekolah di Kota Wamena di banding di daerah masing-masingnya.

Maka, Diharapkan Kepada :

1.DPRD Jayawijaya segera bertanggung jawab atas penangkapan 3 Mahasiswa tersangka . Karena kejadian ini konsekuensi dari kelalaian DPRD Jayawijaya.

2. DPRD Jayawijaya segera bertanggung jawab untuk fasilitasi pertemuan antara Mahasiswa Jayawijaya, Bupati dan kepala Dinas Pendidikan dalam waktu dekat.

3 Jika ke 3 Mahasiswa tersebut Terus diproses hukum maka Mahasiswa Pelajar Jayawijaya dan rakyat Lapago  akan bersatu dan siap melakukan Aksi besar-besaran di kota Wamena

Mahasiswa bicara sebatas penempatan Kantor Gubernur Sebentara, kenapa tidak tempatkan di tempat lain selain kantor pendidikan  kami Mahasiswa sangat kesal karena Dinas Pendidikan itu milik Masyarakat untuk mencetak SDM Jayawijaya dan Papua masa depan.tegasnya.

Atas Nama Seluruh Pelajar Mahasiswa Permohonan Maaf Sebesarnya Kepada Pemda Jayawijaya Atas Merobek Baliho Itu Semoga Harapan Besar Kami Bebaskan Tampa Syarat ke 3 Mahasiswa Yang Sedang Diproses Saat Ini Oleh Ketua HMPJ Alber Kalolik,Yeskiel Asso, Mewakili Mahasiswa

Ita Walilo Mewakili Suara Perempuan.penutupnya.

Reporter. : Yonas Marian .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

-------------------------------------- ----