DUNIA, HAM  

Peringati HAM, Pemuda Dan Mahasiswa ; “Luka Papua Belum Di Sembuhkan”

banner 468x60
Ket:solidaritas mahasiswa dan pemuda papua

 Saat melakukan aksi pembakaran pemasangan lilin. 


JAYAPURA-JALAPAPUA.COM-BERITA, Peringati hari ham sedunia 10 desember 2021, mahasiswa dan pemuda yang menamakan dirinya 
solidaritas dan pemuda papua menggelar aksi pembakaran lilin bersama dengan mengangkat thema; 



“luka papua belum disembuhkan” bertempat di expo waena kota jayapura.
Menurut rilis yang dikirim ke media ini, solidaritas pemuda dan mahasiswa ini memperingati hari ham sedunia yang jatuh pada tanggal 10 desember 2021 dengan cara membakar lilin bersama untuk memperingati setiap orang yang korban akibat kekerasan pelanggaran hak azasi manusia yang terjadi 
sejak papua digabungkan ke dalam negara Indonesia pada 1963 hingga kini yang masih terus berlanjut.

Dijelaskan juga bahwa, pelanggaran ham ialah musuh dunia dan tidak terlepas dari sikap kejamnya 
banyak negara-negara yang mempunyai kepentingan tertentu seperti yang terjadi pada perang dunia II 
di waktu silam antara tahun 1939 – 1945, sehingga lahirlah kesepakatan majelis umum pbb agar setiap 
tanggal 10 desember di hormati sebagai hari HAM sedunia.


Koordinator aksi, hefron o. tabuni memberikan keterangan saat dihubungi media ini, bahwa tuntutan 
mereka dalam aksi tersebut ialah menuntut presiden Jokowi dan jajarannya agar segera 
bertanggungjawab terhadap berbagai pelanggaran ham yang sudah dan sedang terjadi di atas tanah 
papua.


“tuntutan kami kepada presiden Jokowi di Jakarta untuk segera bertanggungjawab atas semua 
pelanggaran ham yang sedang terjadi di papua, jangan hanya tinggalkan janji saja”, tandas hefron ketika 
di konfirmasi via whatsapp.



Dalam rilis tersebut, hefron tabuni dan kawan-kawannya juga meminta agar pemerintah Indonesia
segera membuka akses masuk bagi jurnalis asing ke tanah papua dan mendesak penyelesaian masalah pelanggaran ham berat yang pernah terjadi di papua, yaitu kasus biak berdarah 06 juli 1998, kasus 
wasior berdarah juni 2001, kasus wamena berdarah tahun 2003, kasus uncen berdarah maret 2006 dan 
kasus paniai berdarah yang terjadi pada desember 2014 di enarotali kabupaten paniai.


Pada akhir pernyataan rilis itu, gabungan pemuda dan mahasiswa ini juga meminta agar pemerintah 
segera mencari jalan keluar dan hentikan berbagai operasi militer yang sedang terjadi di intan jaya, 
nduga, yahukimo, pegunungan bintang dan maybrat sorong serta beberapa daerah lainnya yang sulit 
dijangkau di pedalaman papua.
Demikian siaran pers yang media ini terima dari kordinatir aksi peringatan hari ham sedunia yang 
dilaksanakan oleh solidaritas mahasiwa dan pemuda papua.



(albert yatipai/jp)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

-------------------------------------- ----