Peringati Tragedi 8 Desember 2014 Paniai Berdarah, KWKP Manokwari, Gelar Pemasangan 1000 Lilin, di Tandai 9 Tuntutan, ini Isinya!

Foto: pemasangan 1000(Seribu) Lilin beserta saat Penyampaian 10 pernyataan sikap yang dibacakan oleh Koordinator Paniai DAMIANUS YOGI dan Foto crot Paniai berdarah 8 Desember 2014(Dami-JP)

 

MANOKWARI,JALAPAPUA.com-Mahasiswa/i Paniai asal kota study Manokwari, Papua Barat, yang Sedang berkecimpung dalam Kepengurusan koordinator Wilayah Kabupaten paniai,di bawah payung Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah (IMPT),Bersama,(lanjut)

 

 

Forum Independen Mahasiswa (FIM), Komite nasional papua Barat (KNPB),dan seluruh Lapisan Masyarakat di Manokwari,Telah mengelar pemasangan 1000(Seribu) Lilin, Sekaligus Menyampaikan 10 poin pernyataan sikap Kepada Negara Republik Indonesia (RI) di depan Asrama Paniai Wissel Merren 01 Amban,Manokwari,kamis, (08/12/23)

 

 

Kegiatan Pemasangan 1000 (Seribu) lilin ini, mengelar  dalam hal memperingati 9(semilan) Tahun Paniai Berdarah Tragedi 8 Desember 2014,di lapangan Karel gobai Enagotadi, Wisel Meren, Yang mengakibatkan 4 siswa Tertewas Mati di tempat yang di tembak oleh Gabungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia  (PORLI), di lapangan Karel gobai Enagotali, kab, Paniai, Papua Tengah.
4(empat) siswa yang tak bersalah Di antaranya adalah:

 

 

1)siswa Alpius Youw umur 17 tahun
2)Siswa Simon Degei umur 18 tahun,
3)Siswa Yulianus Yeimo umur 17 tahun, dan
4) Siswa Apinus Gobai umur 17  Tahun.

 

 

 

Kegiatan Acara Peringati tragedi  8 Desember Paniai berdarah ini, di Tandai dengan berbagai kegiatan, seperti ; Orasi, Puisi, Cerpen dan Novel, yang disampaikan oleh setiap mahasiswa dan mahasiswi kota studi Manokwari asal kab Paniai, Komite Nasional papua Barat yang di wakili oleh aktivis KNPB, Forum Independen Mahasiswa (FIM)dan Amesty Universitas Papua ( UNIPA) yang Berkesempatan mengikut sertakan dalam acara peringati 9 tahun Tahun ‘luka tanpa Rasa’ guna menyampaikan pesan perdamaian dan keadilan demi kemanusiaan, khususnya di tanah Papua dan lebih spesifiknya lagi, Paniai berdarah.

 

 

Tidak hanya Berbagai kegiatan kesadaran ilmiah,seperti yang telah menyebut diatas ini, Mahasiswa dan masyarakat serta berbagai aktivis di organisasi kiri yang Berhaluan ideologi Papua Merdeka  yang berkecimpung di Manokwari,Papua Barat,juga berpotensi memasang 1000(seribu) lilin Dalam hal mengenan kembali para siswa yang di tembak dari TNI dan Porli NKRI sebutan nya, dikenal dengan ‘8 Desember Paniai berdarah’.

 

 

Selain Berbagai kegiatan kesadaran,dan pemasangan 1000 lilin dalam hal peringati-mengenan kembali Tragedi 8 Desember Paniai Berdarah 2014 ini, Mahasiswa dan masyarakat di Manokwari  berkesempatan menyalurkan, 10 tuntutan kepada negara Republik Indonesia, agar menindak Lanjuti jejak kasus penembakan hingga menyebabkan Paniai berdarah karena 4 siswa Tertewas dan lebih dari puluhan masyarakat luka-luka berat yang tak dapat di tuntaskan hingga kini 2023 mencapai 9 tahun ‘luka tanpa Rasa dan tindakan kongkrit dari negara secara jalur hukum yang bermartabat’.

 

Berikut ini adalah 10 (sepuluh) Tuntutan atau Pernyataan sikap(statemen) sebagai berikut:

 

 

1. Presiden, Kesatuan negara Repulik Indonesia(NKRI) , Dalam Hal Ini.Ir.Joko Widodo. Segera Bertanggung Jawab Atas Tragedi Paniai Berdarah Yang Telah Menewaskan 4/5 Orang Meninggal Dunia Dan 17 Lainnya Mengalami Luka Luka Saat Penembakan Dan Penganiyayaan Peristiwa Paniai Berdarah Pada 08 Desember 2014;

 

2.Komisi Nasional-Hak asasi manusia (KOMNAS HAM )Dan Pengadilan HAM Makassar Segera Menangkap Dan Memproses Semua Yang Di Duga Terlibat Dalam Penembakan 4/5 Siswa Yang Menjadi Korban Paniai Berdarah, Yang Di Lakukan Oleh TNI & Polri.  Baik, Dalam Struktur Komando Kodam Xvii/ Cenderawasih Dan Dalam Struktur Pemerintahan;

 

3. Kami Mahasiswa/I Paniai Di Manokwari Belum Puas Dengan Penyelesaian Pengadilan Yang Tidak Sesuai, Kami Juga Meyakini Bahwa Penyelesaian Yang Di Lakukan Komnas Ham Dan Pengadilan Ham Makassar Hanyalah Menutupi Rentetan Pelanggaran Ham Yang Di Lakukan Oleh Negara Melalui Tni Polri Di Seluruh Teritori West Papua Di Mata Interternasional;

 

4. Kami Menyatakan Bahwa Lembaga Pengadilan HAM Makasar Adalah Lembaga Sandiwara Negara Indonesia Untuk Menutupi Seluruh Persoalan Pelanggaran Ham Di Mata Internasional, Hal Itu Terbukti Saat Penyelesaian Peristiwa Paniai Berdarah Yang Tidak Sesuai Dengan UU Nomor 26 Tahun 2000 Tentang Pengadilan HAM Berat;

 

5. KOMNAS HAM Perwakilan Papua, Segera Melakukan Investigasi Kasus Penembakan Di Depan Kantor Bupati Paniai Yang Telah Menewaskan Satu Orang Kepala Desa (Donatus Nawipa) Saat Pembagian Logistic Surat Suara Pada 6 Juli 2022. Dan Usul Tuntas Kasus Penembakan Tersebut Sampai Selesai;

 

6. Hentikan Seluruh Operasi Militer, Kejahatan Kemanusiaan, Perampasan Tanah Adat, Perusakan Lingkungan, Yang Sedang Di Lakukan Di Papua Guna Melancarkan Ekonomi Politik Negara Imperialis Kapitalis Di Atas Tanah Papua;

 

7. Pemerintah Indonesia Yang Sudah Di Hadirkan Sebagai  Tempat Wisata Distirik Yatamo  Kampung Epouto, Kami Mahasiswa  Meminta Dengan Tegas Segera Di Caputkan Kembali Dengan Surat Perijinan Yang Di Berikan Hak Ulayat Oleh Pemerintah Kabupaten Paniai;

 

8. Berhentikan  Dan Cabut Kembali  Pemerintahan Indonesia Yang Diberikan Rancangkan Semua Infrastruktur Pembangunan Kepada Rakyat Kabupaten Paniai;

 

9. Jaringan Tower Yang Di Bangunkan Oleh Setiap Distrik Di Kabupaten Paniai Ini Hak Ulayat Tanah Tidak Di Perijinan Masuk, Sehingga Pemerintah Indonesia Jangan Dipaksakan Oleh Masyarakat Hak Ulayat Setempat;

 

10. Kami   Mahasiswa Meminta pertanggung jawaban Kepada  Pihak pemangku jabatan tertinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang telah Menghancurkan Hartat Dan Martabat Bagi Bangsa Papua.

 

Pernyataan sikap ini, di dibacakan oleh koordinator Paniai(Korpan) DAMIANUS YOGI dalam momen peringati 9(semilan) Tahun Paniai berdarah ‘Luka tanpa Rasa’ tragedi 8 Desember 2014 Paniai Berdarah, di Manokwari,Depan Halaman,Asrama Paniai Wissel Merren 01 Amban,Papua Barat, kamis, (08/12/23)

 

 

Dalam momen yang sama, Yogi  menyampaikan,Pasalnya,”kami selaku badan pengurus  paniai serta mahasiswa kota studi manokwari berharap penuh dengan tegas, segera tanggapi ke-sepuluh poin diatas ini kepada Lembaga pemerintah kabupaten paniai Bahkan  Provinsi papua dan papua Tengah serta Petinggi negara, lebih Khusus nya Kepada Presiden RI. Ir. Jokowi Widodo.tegasnya

 

Lanjut Yogi, Ke-10( ke-Sepuluh) poin diatas  ini agar menjadi suatu notifikasi bagi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Provinsi papua Tengah dan provisi  papua dalam hal, mohon!!!. teruskan ke lintas proses Hukum sesuai dengan Perundang-undangan yang berlaku di negara ini, dalam hal kemanusiaan dan keadilan bagi bangsa Papua, demi penyelesaian jejak kasus tragedi Paniai berdarah secara profesional dan bermartabat.pungkasnya

 

 

Penanggung jawab OKTO D KAYAME dan badan pengurus Kordinator Paniai(Korpan)DAMIANUS YOGI

 

 

 

Reporter : DAMIANUS YOGI

Writer: Damianus YogiEditor: Hans P Gobai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *