Perpanjangkan 40 Hari Lagi:Tahanan 8 Orang Pengibar Bendera ‘Bintang Fajar’

banner 468x60

Foto Tahanan delapan 8 orang pengibar bintang Kejora (Albert yatipai-Jp

JAYAPURA,JALAPAPUA.COM-Pada hari ini, pukul 10:40 WIT, penyidik dari Polda Papua mendatangi kepada 8 orang pengibar bendera ‘Bintang Fajar’ di halaman GOR Cenderawasih, APO, Kota Jayapura pada 1 Desember  lalu.


Albert yatipai selaku aktivis pemuda papua mengatakan “Mereka datang mengantar berita acara perpanjangan masa tahanan, yaitu 40 hari. Terhitung dari besok, Rabu, 22 Desember 2021 hingga 30 Januari 2022”.


“Sebelumnya, pihaknya, 8 orang “tahanan politik” itu sudah menjalani masa kurungan selama 20 hari. Terhitung dari 1 Desember hingga Rabu, 21 Desember 2021 ini”.jelas yatipai saat mintai keterangan melalui akun pribadi situs messenger.(22/12/2021) 


“Apakah dalam proses penyerahan berita acara seperti ini harus dilakukan diam-diam? Atau harus menghadirkan pengacara hukum bagi 8 orang tersebut? Yang tahu proses hukum dan cara mainnya boleh jelaskan”?(yatipai menanyai hal itu). 



“Dalam berita acara itu disebutkan Kejaksaan Agung yang tertanggal 17 Desember 2021. Tapi ini untuk apa belum jelas”.tegasnya. 


‘Yatipai’ “Boleh diprediksikan bahwa Malvin Yobe dkk akan menjalani proses hukum di pengadilan. Tapi hal ini memang harus dipastikan kembali dengan pihak penyidik atupun penasehat hukum”.


“Sementara itu, Zode Hilapok masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara. Dia dilaporkan bahwa kekurangan darah. Sehingga pihak Rumah Sakit telah menambah 2 kantong baginya”. (yatipai melaporkan kepada wartawan JPN) . 



“Meski demikian, hingga saat ini, sayang apa yang diderita oleh Hilapok belum jelas. Pihak terkait belum berkenan dipublikasikan. Tapi semoga saja dia bukan menderita TB, seperti Malvin Yobe yang bisa juga menularkan ke 6 orang lainnya tidur bangun, makan minum dan lainnya di satu tempat, Rutan Polda Papua.Jayapura Rabu, 21 Desember 2021”.katanya.



Tanggapan Tinjauan Hukum:

Penahanan di polisi, kejaksaan dan pengadilan merupakan wewenang masing-masing institusi untuk kepentingan pemeriksaan/bukan hukuman atau vonis. Lain kalau setelah ada putusan hakim yg menyatakan mereka bersalah dan di vonis penjara.


Tersangka mempunyai hak untuk menolak tanda tangan berita acara dan tersangka mempunya hak untuk didampingi pengacara di setiap saat termasuk saat penyerahan perpanjangan penahanan.


Sedangkan yang sakit punya hak untuk mendapat pengobatan sampai sehat, setelah sehat baru proses pemeriksaan dapat dilanjutkan.


Soal materi makar dunia menilai belum penuhi unsur makar tetapi dipaksakan kepolisian, sebagai pejuang saya harap mereka bersabar karena kita berhadapan dengan hukum penjajah. Gunakan momentum ini untuk melawan ketidakadilan  dan kelak mendapat kemerdekaan yang sesungguhnya.tutup, 



Reporter: Albert yatipai
Editor  : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.

-------------------------------------- ----