TNI Buta Hukum Humaniter, Masyarakat Bilogai Mengungsi Ke Gereja Katolik, Komandan Operasi; “GUSBY WAKER”Masyarakat Indonesia Hati-Hati Beraktivitas.

banner 468x60
Saat masyarakat bilogai mengungsi ke gereja Katolik-jp

INTAN JAYA,JALAPAPUA.COM, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat selanjutnya di sebut (TPN-PB)sedang berlangsung baku tembak dengan Tentara Nasional Indonesia Republik Indonesia (TNI-RI) pada hari ini (30/10/21) di Bilogai Intan Jaya.



Masyarakat Bilogai setelah mendengar bunyi tembakan, mereka berlari mengungsi ke tempat perlindungan. mereka dapat berlindung hanya di sebuah Gereja Katolik dengan penuh trauma mengingat kisah pembunuhan terhadap seorang Hamba Tuhan Pdt Yeremia Sanambani dan penembakan yang baru terjadi Pada (26/10/21) kepada dua anak kecil di Bilogai.”hal itu melaporkan dari laman Facebook Melanesia family, 


Salah satu Pemuda asal intan jaya yang tidak mau menyebutkan namanya dalam chatt kami menyampaikan Perang di Intan Jaya adalah Perang yang penuh pelanggaran hukum humaniter. yang melanggar hukum humaniter adalah penegak hukum di negara kolonial Indonesia dan tidak pantas menyebut Indonesia negara hukum karena dengan bukti pembunuhan anak kecil, hamba Tuhan, dan Perempuan karena mereka terlindung dalam hukum perang.


Komandan Operasi West Papua dari Sorong sampai Merauke ‘Gusby Waker ‘menyampaikan bawasanya, “masyarakat pendatang penuh berhati-hati dalam beraktivitas di lingkungan kami”. Lanjut


“kami juga tahu nabire adalah tempat penitipan anak istri Tentara Indonesia, Jayapura, Sorong, Manokwari timika dan biak serui juga demikian maka silahkan operasi umum di umumkan Damianus M Yogi untuk beroperasi wilayah aman anak istri, dan administrasi kolonial”.



Gusby, tidak mau melihat anak, perempuan dan masyarakat sipil West Papua di tembak lagi. “tutupnya'(Redaksi) 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

-------------------------------------- ----